Skip to main content

Presisi

Presisi dibagi menjadi 3 kategori yaitu repeatability (keterulangan), intermediate precision (presisi antara) dan reproducibility (ketertiruan) (ICH, 2006). Repeatability ditentukan ketika analisis dilakukan berulang oleh analisis yang sama pada kondisi yang sama dan dilakukan dalam satu hari kerja. Intermediate precision ditentukan ketika analisis yang dilakukan oleh analisis yang berbeda, peralatan yang berbeda dan hari yang berbeda. reproducibility menunjukkan hasil pengukuran dilaboratorium yang berbeda dengan tujuan memverifikasi metode (USP 38, 2015). Untuk penentuan repeatability, minimal melakukan enam kali analisis dengan menggunakan tiga konsentrasi yang berbeda (biasanya 80%, 100% dan 120%). Untuk melakukan intermediate precision minimal melakukan enam kali analisis dengan tiga konsentrasi yang berbeda dalam tiga hari yang berbeda sehingga harus menyiapkan minimal 54 sampel (Yuwono dan Indrayanto, 2005). Nilai RSD (relative standar deviation) dapat dihitung melalui persamaan sebagai berikut:

%RSD =𝑆𝐷/𝑥̅ 𝑥 100%


Comments

Popular posts from this blog

Batas Deteksi dan Batas Kuantifikasi

Batas deteksi adalah konsentrasi analit terkecil yang dapat dideteksi pada kondisi analisis, sedangkan Batas kuantifikasi adalah konsentrasi terkecil yang dapat ditetapkan dengan akurasi dan presisi yang dapat diterima pada kondisi analisis (Yuwono and Indrayanto, 2005). LOD dan LOQ untuk metode analisis kromatografi dapat didefinisikan dalam istilah rasio signal-to-noise, dengan nilai antara 2:1-3:1 untuk mendifinisikan LOD dan nilai 10:1 untuk mendefinisikan LOQ. Standar deviasi intersep (s) dan slope (S) dapat digunakan dengan rumus: DL = 3,3𝑆𝐷/𝑏  QL = 10𝑆𝐷/𝑏  Keterangan :  DL : Batas Deteksi  QL : Batas Kuantifikasi  SD : Standar deviasi  b : slope/kemiringan 

Kriteria Penerimaan akurasi dan presisi (AOAC International, 2013)

 

Validasi Konkuren

Validasi Konkuren   adalah Validasi yang dilakukan pada saat pembuatan rutin produk untuk dijual. Persyaratan pelaksanaan Validasi konkuren, antara lain ; Dalam kondisi khusus, dimungkinkan tidak menyelesaikan program validasi sebelum produksi rutin dilaksanakan misal : produk yang ditransfer ke pihak toll manufacturer. Dapat juga dilakukan untuk produk yang : – diproduksi sesekali (orphan drug atau produk yang sangat jarang diproduksi), – mempunyai kekuatan berbeda dari produk yang sudah tervalidasi, perubahan bentuk tablet atau bilaprosesnya sudah dimengerti Keputusan untuk melakukan validasi konkuren harus dijustifikasi, didokumentasikan dan disetujui oleh kepala bagian Manajemen Mutu (Pemastian Mutu). Prasyarat dan persyaratan dokumentasi untuk validasi konkuren sama seperti validasi prospektif.